Salah satu adegan romantis Film Box Office Titanic besutan sutradara James Cameron pada 1997 ketika Jack Dawson (Leonardo Di Carpio) memeluk Rose DeWitt (Kate Winslet) yang tengah berdiri di anjungan kapal itu. Kedua insan yang tengah dimabuk asmara itu takjub menatap hamparan laut luas berselimut matahari senja.
Sensasi rasa takjub dengan posisi serupa bisa dinikmati di Perkebunan Tlogo di Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Anjungan Kapal Titanic itu hadir lewat Joglo seluas 10 m2 yang posisinya menjorok di ujung tebing. Joglo itu terletak di Blok Gunung Rong yang terkenal memiliki topografi curam dan rawan longsor.
Penyebutan Rong sejatinya mengacu kepada lubang (Jawa) yang terdapat di area perbukitan itu. Soal posisi Joglo yang menjorok pada topografi curam itu, pengunjung tak perlu cemas. Pihak pengelola menanami areal itu dengan tanaman-tanaman yang memiliki sistem perakaran kuat untuk mencegah erosi di sekitar Joglo.
Bila Rose dan Jack memandangi hamparan laut, pemandangan yang tersaji di Joglo adalah hamparan air Rawa Pening dengan latar gugusan Gunung Sindoro Sumbing.
Bukan itu saja, menjelang matahari terbit pemandangan selimut kabut di kanopi-kanopi hutan karet sungguh memukau. Posisi Joglo yang berada di atas hutan karet itu membuatnya seolah berada di atas awan bak cerita silat “Padepokan Di Atas Awan”. Begitu pula saat matahari tergelincir di ufuk Timur, segerombolan burung-burung yang hendak pulang ke sarangnya dengan mudah terlihat.
Perkebunan Tlogo yang saat ini tercatat memiliki luas 414 ha itu sebenarnya fokus mengelola aneka komoditas perkebunan seperti kopi, karet, dan cengkih. Namun kini Perkebunan Tlogo yang juga memiliki kebuan buah durian, rambutan, nangka, dan pisang itu juga menawarkan agrowisata perkebunan mulai dari outbond, plantation tour hingga sekadar rileks menikmati seduhan kopi asli Perkebunan Tlogo. Untuk mendukung itu di Perkebunan Tlogo tersedia Hotel & Resort dengan kapasitas 40 kamar yang dapat menampung 86 wisatawan.
Perkebunan Tlogo yang dibangun oleh perusahaan Belanda, NV Cultuur Matschappy pada 1838 itu sangat mudah dijangkau. Dari Semarang pengelolaan kebun yang resmi diambilalih Pemerintah Indonesia pada Agustus 1954 itu berjarak sekitar 40 km atau 40-45 menit berkendaraan. Bila Anda tinggal di Solodan DI Yogyakarta, waktu tempuh sekitar 1,5-2 jam (Ir Arif Dwi Andrijanto).
Riwayat Penulis: Arif Dwi Andrijanto adalah alumnus dari Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto, Jawa Tengah. Saat ini pria yang telah malang melintang di dunia perkebunan mulai dari Perkebunan Ciseru-Cipari di Cilacap, Jawa Tengah hingga Perkebunan Tugusari di Jember, Jawa Timur sejak 1992 itu, menjabat sebagai Manajer Perkebunan di Perusda Citra Mandiri Jawa Tengah Unit Perkebunan Tlogo. Korespondensi:Â arifdwiandrijantosoepadi@yahoo.com.